Kisruh di lapas, kalapas kelas III Labuha  Jadi sasaran pemukulan warga Binaan 

Foto: Lapas Kelas III Labuha

HALSEL,Jhazirahtimur.com –Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, mendadak memanas, Selasa (20/9/2026) siang. Ratusan warga binaan terlibat dalam gejolak yang berujung pada Kalapas Labuha, Jumadi, A.Md.IP., S.H., M.H., menjadi sasaran pemukulan.

Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku Utara. Tim Kanwil turun ke Lapas Labuha tadi sore untuk menemui dan berkomunikasi langsung dengan warga binaan guna meredam situasi tersebut.

Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Yunus Maraden, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi secara spontan. Menurutnya, faktor psikologis warga binaan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan Lapas yang sedang menghadapi musim kemarau panjang.

“Dampaknya banyak, termasuk air. Ternyata sumur tidak hidup, sehingga kita hanya berharap dari pompa,” ujar Yunus saat ditemui wartawan di Lapas Kelas III Labuha.

Yunus menjelaskan, sebelum insiden terjadi, pihak Lapas sebenarnya telah menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar menghadapi krisis air bersih. Namun, kombinasi antara cuaca yang menyengat dan keterbatasan air membuat atmosfer di dalam Lapas menjadi sangat sensitif dan membuat emosi warga binaan mudah tersulut.

Ketegangan sendiri bermula saat Kalapas kelas III Labuha Jumadi, A.Md.IP., S.H., M.H. memberikan teguran secara spontan kepada warga binaan dalam sebuah kegiatan. Respons terhadap teguran tersebut rupanya memicu riak di dalam Lapas.

“Memang kondisi lagi panas yang membuat mereka gampang tersulut emosi. Tidak ada niatan untuk membuat semua itu menjadi bermasalah. Itu spontanitas,” tambah Yunus.

Menyikapi kejadian ini, Yunus mengakui adanya hal penting yang harus dievaluasi, terutama mengenai aspek tata kelola komunikasi antara petugas dan warga binaan. Cara penyampaian atau tutur kata petugas dinilai sangat memengaruhi respons psikologis warga binaan, khususnya dalam situasi yang sensitif.

Terkait dugaan adanya keterlibatan warga binaan lain maupun oknum pegawai yang memperkeruh suasana, pihak Kanwil Ditjenpas Maluku Utara menegaskan proses pemeriksaan dan penyelidikan mendalam masih terus berjalan.

“Pasti kita buat pembinaan jika ada keterlibatan (pegawai). Kita tetap selidiki. Yang pasti kita ingin Halmahera Selatan tetap kondusif, khususnya Maluku Utara,” tegas Yunus.

Di akhir keterangannya, pihak Kanwil Ditjenpas Maluku Utara juga mengimbau media massa agar menyajikan pemberitaan secara berimbang dan objektif, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan internal selesai dilakukan. Saat ini, program pembinaan di Lapas Labuha dipastikan tetap berjalan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *