Jhazirahtimur.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di wilayah Sulawesi Utara berdampak hingga ke Provinsi Maluku Utara. Salah satu kerusakan signifikan terjadi di Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.
Sebuah jembatan penghubung yang menjadi akses vital masyarakat dilaporkan hancur akibat guncangan gempa. Jembatan tersebut selama ini menghubungkan Kompleks Kampung Baru dan Kompleks Sosolo, sekaligus menjadi jalur utama aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Akibat putusnya jembatan, mobilitas masyarakat terhenti. Warga kini kesulitan beraktivitas, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak lain yang tak kalah serius adalah terganggunya akses pendidikan bagi pelajar.
Jembatan itu merupakan satu-satunya jalur yang dilalui siswa menuju SMP Negeri 54 Halmahera Selatan. Dengan kondisi saat ini, para siswa terancam tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal karena akses yang terputus.
Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing jembatan yang ambruk masih berserakan. Warga terpaksa mencari jalur alternatif untuk menyeberang, meski berisiko terhadap keselamatan.
Perwakilan warga setempat mendesak pemerintah daerah maupun pusat agar segera mengambil langkah penanganan, termasuk pembangunan jembatan darurat.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Ini bukan hanya soal akses jalan, tetapi menyangkut pendidikan anak-anak dan kebutuhan dasar warga,” ujar seorang warga, Rabu (2/4).
Hingga berita ini ditayangkan, warga masih bergotong royong membersihkan material jembatan yang runtuh sembari menunggu penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait. Masyarakat berharap langkah cepat segera dilakukan agar isolasi antarwilayah tidak berlangsung lama.(nu)

