TERNATE, Jhazirahtimur.com – Pemerintah Kota Ternate kembali menempati urutan teratas dan meraih Penghargaan Terbaik 1 Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se-Maluku Utara dalam ajang Jamsostek Award Tahun 2026, prestasi yang berhasil dicapai untuk kedua kalinya berturut-turut. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos pada acara penganugerahan yang digelar di Sahid Bella Hotel, Selasa (28/7/2026).
Mewakili Wali Kota Ternate, Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly menerima penghargaan tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi-Maluku Suci Rahmad, beserta sejumlah kepala daerah se-Maluku Utara atau perwakilannya.
Usai menerima penghargaan, Rizal Marsaoly menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan sekadar soal gelar juara, melainkan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap seluruh elemen masyarakat yang berkontribusi membangun kota, termasuk para pekerja rentan seperti tukang ojek, nelayan, pekerja bengkel, penyapu jalan, RT/RW, hingga penjaga rumah ibadah.
“Komitmen ini sebenarnya sudah terbangun sejak masa jabatan pertama Wali Kota Ternate. Kami meyakini setiap warga berhak mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan, sebagaimana diamanatkan regulasi negara,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, keberpihakan ini tetap diwujudkan meskipun pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran. Alokasi dana untuk perlindungan pekerja rentan sudah dimasukkan ke dalam APBD, dan ke depannya pada tahun 2027 program ini akan diperluas mencakup lebih banyak kelompok pekerja.
Rizal juga menjelaskan keberhasilan Ternate meraih juara pertama didasari penilaian menyeluruh: cakupan kepesertaan Universal Coverage Jamsostek sebesar 40 persen, serta aspek regulasi dan penganggaran sebesar 30 persen. Pemerintah Kota telah memiliki Peraturan Wali Kota yang menjadi landasan, merealisasikan anggaran murni dari APBD, serta menghadirkan inovasi program yang mendukung pelaksanaan perlindungan ini.
Ia mengutip pesan Gubernur yang menyebutkan meskipun nilai iuran per orang terlihat kecil sekitar Rp200 ribuan, manfaat yang didapat saat terjadi risiko kerja bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami berharap prestasi di tingkat provinsi ini bisa menjadi batu loncatan untuk meraih penghargaan di level nasional. Ikhtiar kami melindungi warga akan terus berlanjut, semoga seluruh masyarakat senantiasa dijauhkan dari bahaya dalam setiap aktivitasnya,” pungkas Rizal.

