HALSEL, Jhazirahtimur.com – Demi menahan laju abrasi pantai serta menjamin kelancaran akses laut bagi masyarakat, Harita Nickel membangun infrastruktur pemecah gelombang (breakwater) di perairan Desa Kawasi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Proyek yang dikerjakan tahun 2026 ini merupakan tahap pengembangan dan penyempurnaan dari bangunan serupa yang telah dibangun sebelumnya.
Struktur ini dirancang khusus untuk menekan dampak abrasi, mengendalikan sedimentasi di area muara, sekaligus menjaga kedalaman alur laut agar perahu nelayan tetap dapat berlayar tanpa terhalang pendangkalan.

Environmental Monitoring Supervisor Harita Nickel, Rifki Surya Nugraha, menjelaskan keberadaan pemecah gelombang memiliki peran sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan memudahkan perawatan jalur pelayaran.
“Salah satu tujuan utamanya adalah menekan abrasi di muara. Ketika energi gelombang diredam sebelum mencapai daratan, dampak kerusakan pada pesisir dapat dikurangi secara signifikan,” ujar Rifki, Senin (20/7/2026).
Mengendalikan Sedimentasi Secara Terukur
Rifki mengakui penumpukan sedimen di muara adalah proses alam yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, dengan adanya pemecah gelombang, pengendalian dan pemeliharaan alur perairan dapat dilakukan secara berkala dan terencana.
Tanpa pelindung ini, abrasi dan pendangkalan yang tidak terkendali dikhawatirkan akan melumpuhkan akses warga, terutama saat air laut surut.
“Jika tidak ada breakwater, sedimentasi dan erosi akan membuat jalur menuju perairan dalam menjadi dangkal. Hal ini tentu menyulitkan bahkan menghambat aktivitas masyarakat yang menggunakan perahu,” tambahnya.
Penyempurnaan Sejak 2022
Pembangunan saat ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dimulai sejak periode 2022–2023. Struktur lama yang berada di sisi lain telah dibongkar sebagian, dan bangunan baru ini dibangun dengan standar lebih baik guna memberikan perlindungan yang lebih maksimal.
“Yang dikerjakan sekarang adalah bentuk peningkatan kualitas agar perlindungan terhadap kawasan pesisir jauh lebih efektif,” jelas Rifki.
Sementara itu, terkait akses warga yang biasa memanfaatkan bangunan lama untuk memancing, Rifki memohon pengertian dan kesabaran. Area lokasi baru saat ini masih ditutup total demi keselamatan karena masih dalam tahap konstruksi. Akses akan dibuka kembali sesuai aturan yang berlaku setelah seluruh pekerjaan selesai.
Ia menegaskan, keberadaan fasilitas ini justru tidak akan menghambat aktivitas menangkap ikan. Sebaliknya, setelah rampung, area sekitar pemecah gelombang kerap menjadi lokasi yang lebih menguntungkan bagi para nelayan.

