Kerja Nyata Wali Kota M. Tauhid Soleman Membawa Air Bersih ke Wilayah Tersulit Ternate

TERNATE, Jhazirahtimur.com– Di balik mengalirnya air bersih yang kini melimpah di pemukiman warga RT 09, Kelurahan Moya, tersimpan ketulusan dan kerja nyata Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman. Ia tak sekadar meresmikan jaringan air Perumda Ake Gaale di kawasan yang berada di wilayah ketinggian ini, melainkan membuktikan bahwa perhatian tulus kepada rakyat mampu mengubah harapan yang tertunda puluhan tahun menjadi kenyataan.

Wali Kota memahami betul bahwa bagi warga wilayah dataran tinggi, air bersih adalah kemewahan yang harus diperjuangkan. Selama bertahun-tahun warga harus bersusah payah membeli air, menampung air hujan, atau mendaki gunung demi memenuhi kebutuhan paling dasar. Di momen peringatan kemerdekaan bangsa, Tauhid menyampaikan makna kemerdekaan yang sesungguhnya: merdeka dari kekurangan, merdeka dari kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, termasuk merdeka mendapatkan air bersih di rumah sendiri.

“Kita berjuang bukan melawan penjajah, melainkan berjuang agar warga tak lagi kesulitan air,” ujarnya, menyiratkan bahwa perhatian pemerintah seharusnya hadir di setiap sudut kota, terutama di tempat yang paling sulit dijangkau.

Kepeduliannya terlihat pula dari arahan yang terus disampaikan kepada Perumda Ake Gaale: wilayah ketinggian menjadi prioritas pelayanan. Atas arahan itu, bak penampungan yang terabaikan pun ditinjau kembali, diuji coba, dan terbukti masih dapat difungsikan. Dari sanalah jaringan kemudian dibentangkan hingga ke rumah-rumah warga. Langkah itu pun disertai apresiasi mendalam kepada keluarga yang menghibahkan tanah demi fasilitas air, menunjukkan bahwa kepemimpinan Tauhid mampu menyatukan kepedulian pemerintah dan pengorbanan tulus masyarakat demi kebaikan bersama.

Tauhid tak menutup mata terhadap fakta bahwa masih banyak warga Ternate yang belum menikmati aliran air bersih. Dari 314 ribu jiwa penduduk, baru separuh yang terjangkau pelayanan. Pengakuannya itu bukan tanda lemah, melainkan bukti kesungguhannya melihat kenyataan dan berjanji terus bekerja hingga air bersih menjadi hak yang dirasakan seluruh warga kota.

Kini, warga Moya tak lagi harus mengeluarkan uang setiap hari untuk membeli air. Aliran yang jernih dan melimpah menjadi jawaban atas doa dan harapan yang tertahan lama. “Kami bukan sekadar merdeka dari penjajahan, kini kami merdeka dari kekeringan,” ucap warga dengan mata berkaca-kaca.

Itulah bukti bahwa di bawah kepemimpinan Wali Kota M. Tauhid Soleman, kepedulian bukan sekadar kata-kata, melainkan kerja nyata yang menjangkau wilayah tersulit, menyentuh hati masyarakat yang paling membutuhkan, dan membawa harapan baru: bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap warga dapat hidup layak, memiliki air bersih di rumahnya, dan tersenyum lepas dari kesusahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *