Jhazirahtimur.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama sejumlah operator telekomunikasi tengah gencar mempercepat tahapan pemulihan jaringan komunikasi yang mengalami gangguan akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Halmahera Barat.
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen bersama untuk mengembalikan layanan esensial tersebut kepada masyarakat sesegera mungkin. “Pemerintah provinsi dan kabupaten berkolaborasi erat dengan operator telekomunikasi guna memastikan layanan komunikasi dapat kembali berjalan normal seperti semula,” ujarnya pada hari Kamis (8/1).
Banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan terputusnya kabel serat optik (fiber optic/FO), yang menjadi pemicu gangguan layanan di berbagai daerah, khususnya di Kecamatan Ibu. Sebagai tanggapan cepat, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bagi 22 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Malut, Iksa R.A. Arsyad, menyampaikan perkembangan positif terkait pemulihan jaringan. “Kondisi jaringan di wilayah Kecamatan Ibu mulai menunjukkan perbaikan. Layanan 2G telah beroperasi normal dan dapat dimanfaatkan untuk komunikasi suara, sementara layanan 4G juga mulai aktif secara bertahap dengan beberapa site di sekitar kecamatan tersebut sudah berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tim teknis masih terus melakukan proses penyambungan kabel FO guna mencapai pemulihan jaringan secara menyeluruh. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan kesabaran selama tahapan pemulihan berlangsung, sekaligus memanfaatkan layanan komunikasi yang tersedia secara maksimal.

