TERNATE, Jhazirah Timur – Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar mengaku belum mengetahui realisasi PAD 2025, meskipun diberi wewenang pengawasan langsung dari Wali Kota. Hal ini disebabkan BP2RD tidak lagi menyampaikan laporan rutin sejak pergantian pimpinan – berbeda dengan periode sebelumnya yang setiap pekan memberikan laporan.
Menurutnya, laporan berkala penting untuk pengawasan dan memastikan capaian sesuai target APBD. Tanpa itu, pengawasan tidak optimal. Selain itu, Nasri menekankan perlunya data potensi PAD yang akurat di BP2RD, karena target saat ini belum sepenuhnya berbasis data riil.
“BP2RD harus memiliki peta potensi yang jelas agar target PAD 2026 tidak sekadar asumsi,” tegasnya. Target tanpa data kuat berpotensi tidak realistis dan meleset, yang berdampak pada kemampuan membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Meskipun demikian, ia mendorong BP2RD untuk segera memperbaiki pendataan, sistem pelaporan, dan koordinasi. “PAD adalah urat nadi pembangunan. Jika dikelola dengan data yang benar, transparan, dan terukur, target akan lebih rasional dan tercapai,” ujarnya, dengan harapan komunikasi antara BP2RD dan pimpinan daerah menjadi lebih baik ke depan.

