TERNATE, JhazirahTimur – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mempertegas fokus pemerintah provinsi untuk mengakselerasi Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah (inisiatif Presiden Prabowo Subianto) melalui Rapat Koordinasi Capaian Program Tahun 2025 yang diadakan di Batik Hotel, Kamis (10/12/2025). Sambutannya dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Sukur Lila, dalam acara yang diselenggarakan Kementerian PKP dan Balai Pelaksanaan PKP Malut.
Sherly menegaskan bahwa program ini menjadi prioritas untuk memberikan hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan kelas menengah bawah, serta mempersempit kesenjangan sosial. “Presiden ingin kemerdekaan dirasakan dengan hunian yang layak, tempat membangun masa depan dengan martabat,” ungkapnya.
Ia menyoroti data lokal yang menunjukkan 50.758 unit rumah tidak layak di Malut, dengan 42.381 unit belum tercatat di DTSEN. Oleh karena itu, ia menyatakan program ini sebagai wujud nyata komitmen negara, bukan hanya proyek infrastruktur biasa. Gubernur berharap sinergi melalui rakor ini dapat mempercepat realisasi program, guna mewujudkan Malut yang Maju dan Sejahtera.
Target program utama di Malut tahun 2025 adalah 674 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang harus diselesaikan akhir tahun anggaran. Meskipun dihadapkan tantangan logistik, distribusi material, dan aksesibilitas akibat karakteristik kepulauan, Sherly tetap fokus pada pencapaian target untuk memenuhi kebutuhan hunian warga.

