Strategi Penguatan Birokrasi Halbar, Empat Srikandi Resmi Mengemban Jabatan Penting

HALBAR, Jhazirahtimur – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melalui Bupati James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhamad melaksanakan langkah strategis dalam pengelolaan struktur organisasi daerah dengan melakukan perombakan jabatan pada level eselon II. Salah satu poin penting dalam rotasi ini adalah penugasan kembali Chuzaemah Djauhar untuk memimpin Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), menggantikan posisi yang sebelumnya diemban oleh Sonya Mail.

Pelantikan resmi para pejabat baru dilaksanakan secara langsung oleh Wakil Bupati Djufri Muhamad di Kantor Pemkab Jailolo, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor: 58/KPTS/III/2026 yang telah disahkan pada awal bulan ini.

Chuzaemah Djauhar, yang akrab disapa Caca Emha, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Halbar. Dalam perubahan posisi yang saling melengkapi, Sonya Mail kini dipercaya untuk mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Bapenda. Pengalaman Chuzaemah dalam mengelola keuangan daerah bukanlah hal baru – pada masa kepemimpinan Bupati Dani Missy sebelumnya, ia juga telah menjabat sebagai Kepala BKAD Halbar, menjadikannya sosok yang memiliki pemahaman mendalam terkait dinamika pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Selain pergantian di sektor keuangan dan pendapatan daerah, dua pejabat perempuan lainnya juga resmi mengambil jabatan baru. Fransiska Renjaan kini menjabat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sedangkan Feny Kiat dipercaya sebagai Kepala Inspektorat Halmahera Barat. Keempat pejabat perempuan ini menjadi bagian penting dari langkah penyegaran birokrasi yang diharapkan membawa kontribusi signifikan bagi kemajuan daerah.

Upaya Penguatan Birokrasi Melalui Manajemen Talenta

Dalam sambutan pada acara pelantikan, Wakil Bupati Djufri Muhamad menegaskan bahwa proses rotasi jabatan ini bukanlah sekadar rutinitas administratif. Menurutnya, langkah ini merupakan implementasi konsep manajemen talenta yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di Halbar.

“Pelantikan hari ini bukan hanya tentang pergantian jabatan, melainkan upaya strategis untuk memperkuat fondasi birokrasi daerah. Mutasi dan rotasi adalah mekanisme penyegaran yang sehat dalam organisasi, karena memungkinkan aparatur untuk mengembangkan kompetensi baru, memperluas wawasan, dan membawa perspektif baru dalam menjalankan tugas,” jelas Djufri.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan talenta yang baik menjadi kunci dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di era saat ini.

Harapan Terhadap Inovasi dan Kolaborasi untuk Meningkatkan Pelayanan Publik

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya adaptasi cepat dan terobosan baru dari para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap penyegaran struktur organisasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Saya mengharapkan para pejabat baru mampu membangun sinergi kerja yang kuat antar unit organisasi, memperkuat koordinasi vertikal dan horizontal, serta menghadirkan inovasi-inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah. Semua ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program-program prioritas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Halbar,” tegasnya.

Rotasi jabatan yang melibatkan keempat pejabat perempuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Halbar dalam mempercepat akselerasi pembangunan pada tahun 2026, di bawah kepemimpinan bersama Bupati James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhamad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *