Penataran Wasit, Juri, dan Pelatih Pencak Silat Kelas III Daerah 2025 Digelar di Ternate  

TERNATE, JhaziraTimur – Kegiatan penataran wasit, juri, dan pelatih Pencak Silat Kelas III Daerah Tahun 2025 telah dilaksanakan hari ini di Hotel Ternate Majang.saptu (06/12)

Acara yang bertema “Menciptakan Wasit, Juri, dan Pelatih Pencak Silat yang Berkarakter dan Berintegritas” bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkup olahraga Pencak Silat di daerah. Wakil Gubernur Maluku Utara yang juga Ketua KONI Maluku Utara, Sarbin Sehe, telah membuka acara tersebut secara resmi dan memberikan pesan mendalam.

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi dan menekankan perlunya penyelenggaraan event-event berjenjang. Ia mengajak Kepala Pemerintah Provinsi untuk melaksanakan acara seperti itu agar atlet yang berlatih di perguruan bisa terevaluasi dan memperbaiki kekurangan serta kelemahan mereka.

Selain itu, Wagub juga meminta agar para atlet diberikan ruang gerak yang lebih luas. “Jika ada event yang tidak memasukkan mereka, biarkan mereka ikut di tempat lain. Jangan biarkan latihan mereka terhenti hanya karena cuma 30-40 orang yang bisa dibawa,” ujarnya. Ia menambahkan, mungkin atlet yang tidak berkembang di sini bisa lebih berkembang di daerah lain.

Sarbin Sehe juga menjelaskan konsistensinya dalam mengembangkan olahraga di Maluku Utara melalui KONI. Ia berkomitmen untuk menciptakan pemerataan dalam pembinaan dan penggunaan anggaran, sehingga seluruh pengurus olahraga (Pemprom) di provinsi bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Maluku Utara, Dr. Nirwan MT Ali, menekankan pentingnya etika dan moral sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas. “Kita harus mengedepankan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran untuk kembalikan kepercayaan masyarakat terhadap dunia Pencak Silat, terutama dalam pertandingan dan proses pembinaan atlet,” ungkapnya.

Penataran hari ini diikuti oleh peserta dari Kota Ternate, Halmahera Selatan, serta 3 peserta dari Korem Kota Ternate. Nirwan menjelaskan bahwa ke depannya, penataran ini akan dilaksanakan di 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara dengan ketentuan 30 orang peserta per daerah. “Dalam waktu dekat akan diadakan di Halmahera Utara dan Halmahera Selatan untuk membahas materi peraturan terbaru Pencak Silat, keterampilan penilaian akurat, serta pembinaan karakter yang kuat,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan wasit, juri, dan pelatih yang profesional, bertanggung jawab, dan memiliki integritas yang tinggi.

Nirwan juga menekankan pentingnya mengembalikan filsafat Pencak Silat sebagai warisan budaya bangsa, sehingga etika dan moral bisa diimplementasikan oleh para pendekar dan atlit, menjadikan Pencak Silat bukan hanya olahraga beladiri tetapi juga organisasi yang mengatur perilaku dan moral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *