Maluku Utara Raih 10 WBTB Baru, Total Capai 74: Dorong Naikkan ke UNESCO

TERNATE, JhazirahTimur – Provinsi Maluku Utara kembali mencatatkan prestasi gemilang di peta kebudayaan nasional. Sebanyak 10 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) baru dari daerah ini resmi ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan RI pada akhir tahun 2025, menjadikan total WBTB Maluku Utara yang terdaftar secara nasional mencapai 74.

Penetapan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam acara Apresiasi WBTB Indonesia 2025 di Jakarta, Senin (15 Des). Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, yang mewakili Gubernur.

Sepuluh WBTB yang baru ditetapkan berasal dari berbagai sudut Maluku Utara, antara lain: Dabu-dabu Bacan (kuliner khas yang diperkaya rempah lokal khas Pulau Bacan), Andara (tarian ritual penyeberangan laut), Edat (aturan hukum adat yang masih hidup di Pulau Halmahera), Batutuk Tautang Balik (tradisi saling membantu antar masyarakat), Kamplang Bacan (alat musik kayu khas), Bavaturung Skombor (pakaian adat perempuan), Bahasa Ternate (dengan ragam dialek yang unik), Ngogu Adat (upacara pernikahan tradisional), Tuala Lipa (kerajinan tenun khas), dan Arwahan Gamrange (cerita rakyat tentang asal-usul pulau).

“Alhamdulillah, ini hasil kerja sama semua pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara. Setiap WBTB ini adalah cerminan jiwa dan identitas masyarakat kita,” ujar Abubakar dengan bangga.

Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tak tertandingi, dan seluruh elemen bangsa bertanggung jawab untuk melindunginya. “Kita tidak hanya mengarsipkan, tapi harus menghidupkan ekosistem WBTB agar memberi manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat – terutama kuliner tradisional yang sudah terdaftar, bisa dikembangkan menjadi produk wisata,” katanya.

Ia bahkan mengajak Maluku Utara untuk mengusulkan beberapa WBTB terkemuka agar dapat diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (UNESCO). “Konstitusi telah mengamanatkan kita untuk menjaga kebudayaan bangsa – mari kita bawa ke level internasional,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *