Jhazirahtimur.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, secara resmi membuka agenda strategis bertajuk “Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang diselenggarakan di Dhuafa Center, Ternate, Rabu (21/1).
Acara kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dihadiri sekitar 600 peserta dan 20 pelaku UMKM lokal, dengan fokus utama peluncuran perluasan program pembiayaan PNM Mekaar bagi kaum perempuan di wilayah Malut.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti capaian ekonomi Malut yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 39% pada Kuartal III 2025 – angka tertinggi di Indonesia. Namun, ia menekankan pentingnya pemerataan ekonomi yang nyata.
“Kunci naik kelas adalah memahami literasi keuangan. Jangan sampai modal usaha terpakai untuk biaya gaya hidup,” tegasnya, sekaligus mengapresiasi integritas para ibu di Malut yang memiliki catatan kredit baik tanpa pembiayaan macet.
Sementara itu, Direktur Bisnis PNM, Kindaris, menjelaskan komitmen perusahaan memperluas jangkauan layanan. Pada 2026, PNM berencana menambah kantor cabang dari 1 menjadi 5, mencakup Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai, dengan target merangkul 10.000 nasabah baru dan total penyaluran dana mencapai Rp50 miliar.
“Sejak 1999, PNM fokus pada akses keuangan ultra mikro. Saat ini secara nasional kami telah melayani 12,2 juta nasabah aktif,” ujarnya.
Pelaku usaha lokal Mulyati Mahmud (50 tahun), pemilik usaha nasi kuning asal Kelurahan Moya yang telah berjalan 15 tahun, mengapresiasi program ini dan berharap dapat terus menyokong modal kerja masyarakat kecil.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Malut dan PNM, serta peresmian Unit Mekaar. Penayangan video dokumentasi penyaluran pembiayaan menjadi bukti kontribusi PNM di lapangan.
Turut hadir perwakilan Forkopimda Malut, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM Muhammad Firdaus, Kepala OJK Malut Adi Surahmat, para pimpinan perbankan dan OPD, serta jajaran petinggi PNM termasuk Komisaris Independen Veronica Colondam dan Komisaris Ardhiya Pratiwi Setiawati.

